Cara Menjadi Saudara yang Baik







Merealisasikan keharmonisan senior dan junior di
MAN 02 Malang





IMG_20170507_190504 - Copy.jpg           
         
Keharmonisan merupakan wadah untuk menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan sesama manusia. Keharmonisan dalam kehidupan merupakan suatu keadaan dimana setiap orang dapat saling merangkul bersama di setiap masalah sehingga terjadi keselarasan hidup guna mencapai kebahagiaan bersama. Oleh sebab itu, keharmonisan sangat penting di dalam menjalin hubungan kakak dan adik, teman, keluarga dan masyarakat.

Maka dari itu, sangatlah heran jika senioritas masih menjadi tradisi di sekolah dan berkembang di indonesia.Seorang kakak senior ternyata sudah disalahartikan sebagai senior yang image-nya galak, suka bully bahkan menindas para junior atau adik kelas. Hal semacam ini seharusnya diubah agar senior bisa dihormati, bukan ditakuti oleh juniornya. Disamping itu, sikap junior yang ingin dimanja, diperhatikan, dan dihormati oleh para senior akhirnya menjadi perdebatan, saling berselisih, bermusuhan, bertengkar hingga menjadi incaran kakak kelas.



Hubungan yang seharusnya kompak, saling kerjasama, dan menciptakan rasa kenyamanan antara senior dan junior menjadi retak karena sikap junioritas dan sikap senioritas yang hanya ingin di hargai populeritasnya di sekolah. Sifat yang mementingkan ego masing-masing serta mengedepankan prinsip yang belum tentu benar ia lakukan.

Pada dasarnya senior adalah panutan bagi junior untuk memberi contoh yang baik. Sebaliknya junior juga harus mau di beri contoh yang baik bukan menentang apalagi menghiraukan seniornya. Pada prinsipnya kita harus bisa menciptakan hubungan yang selaras,. Hubungan yang baik antara junior dan senior bisa dilakukan dengan beberapa Tips berikut ini :

1)    Saling Menghargai dan Menghormati
Sikap saling menghargai satu sama lain sangat dibutuhkan agar dapat menjalin pertemanan dan menjalin keakraban lebih mudah. Ita (nama samaran) kelas (XII…) berpendapat “bukan karena kami sebagai kakak kelas lalu kami sebagai bos dan meminta adik kelas untuk melayani, menghormati, memerintah hingga sikap kami yang serba mengatur adik kelas. Tetapi kami menginginkan adik kelas yang tidak berbuat seenaknya saja dan menganggap kami sebagai teman"
 Tak jarang para junior megatakan bahwa “jika kita menghormati kakak kelas tetapi dia sendiri tak bisa untuk di hormati kenapa kita harus hormat kepada kakak kelas?. Perlakuan seperti inilah yang membuat tidak adanya rasa hormat sehingga memicu pertengkaran.Pada hakikatnya kita semua terjebak oleh satu hal yaitu kesalahfahaman yang mengakibatkan runtuhnya solidaritas, serta adu domba, dari pihak satu mengalir ke pihak yang lain.

2)     Saling Menyapa dan Berbicara Dengan Sopan
Mulai sekarang cobalah bertegur sapa dengan bahasa yang sopan. Dimulai dari hal sederhana yaitu dimana bahasa kita adalah bahasa indonesia dan kita berpijak di tanah jawa berbahasa jawa dengan cara memanggil meggunakan : Mbak, Mas, Adik, samean “kamu”, enggeh “Iya”, Mboten “tidak” dsb. Dan jangan sampai kita segan untuk mengajak ngobrol ketika bertemu atau kumpul bersama.
Praktekan sekarang juga, lidah kalian pasti kelu dan belum terbiasa, tetapi lama-kelamaan kalian akan mengerti manfaat yang luar biasa dengan berkata berbicara yang sopan perkataan yang halus hingga tidak menyakiti hati orang lain. 

Bagi yang belum bisa mempraktekan tenang saja, semua butuh proses belajar dan pembiasaan diri. Tidak perlu malu dan takut unuk berkata sopan karena tidak ada pasal/sanksi yang dikenakan kepada orang yang berkata sopan kepada kakak kelas, adikkelas, orangtua, guru maupun masyarakat umum.

3)    Tersenyum Ramah dan Saling Membantu
Cobalah dengan ekspresi wajah yang awalnya selalu tegang di depan junior/senior  sekarang dengan senyuman manis, karena sebuah senyuman bisa membuat kita lebih dekat dengan orang lain. Selain itu senyum termasuk dalam ibadah. (HR. At-Tirmidzi no. 1956, sishahihkan Asy-Syaikh Albani t dalam Shahih Sunan At-Tharmidzi dan Ash-Shahihah no 572) bahwa : “ Senyuman di wajah saudaramu (seagama) adalah sedekah”.

Disamping itu, sikap saling membantu juga memperkuat persaudaraan antara junior dan senior. Jangan sampai kita ragu menawarkan bantuan disaat salah satu junior/senior dalam kesulitan. Misalnya, ketika mereka keberatan membawa buku ke perpustakaan, kita bisa menawarkan diri untuk membawakannya, atau ketika kesulitan mengerjakan tugas kalian bisa memberikan saran/ bantuan.

4)    Hadapi Permasalahan dengan Tenang      
Jika terjadi perselihan antarajunior dan senior, dapat dihadapi dan diselesaikan dengan sikap tenang dan membicarakannya baik-baik. Bukan dengan emosi kekerasan, perkelahaian, jambak-jambakan,  cubit-cubitan, saling menampar, atau bahkan yang sering dijumpai yaitu saling melabrak ke kelas yang bersangkutan dengan melontarkan kata yang belum sopan dengan ditemani gengnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa-siswi MAN 02 MALANG, ada beberapa tipe senior dan junior yang disukaidantidakdisukai:
Tipe kakak kelas yang disukai adik kelas
Tipe kakak kelas yang tidak disukai adik kelas
1.Akrab
1.Cemberut
2.Langsung menasehati adik kelas jika salah
2.Suka meremehkan adik kelas
3. Suka diajak sharing
3. Cuek
4. Tampan dan Cantik
4. Slalu pasang wajah tanpa ekspresi
5.Pintar dan Kreatif
5. Suka bully adik kelas
6.Murah senyum
6.Suka menyindir adik kelas
7.saling tolong-menolong
7.Suka PHP in adik kelas
8.Bisa menghargai adik kelas
8.Suka modusin adik kelas

Tipe adik kelas yang disukai kakak kelas
Tipe adik kelas yang tidak disukai kakak kelas
1.Ramah
1.Sombong
2.Asyik di ajak ngobrol
2.Kurang sopan santun
3.Lucu
3.Egois
4.Tidk sombong
4.Suka senyum gak jelas
5.Suka berpendapat
5.Sok tau
6.Suka mentraktir kakak kelas
6.Sok ngatur
7.Suka berpendapat
7.Cerewet

Penulis : Aprilia Nur Azizah
Kelas : XI MIPA 02 (MAN 2 Malang)
Blog : antibaperan.blogspot.com
Facebook : Aprilia Nur Azizah
IG : aprilia_nuza

Komentar