Merealisasikan keharmonisan
senior dan junior di
Keharmonisan merupakan
wadah untuk menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan sesama manusia. Keharmonisan dalam kehidupan merupakan suatu
keadaan dimana setiap orang dapat saling merangkul bersama di setiap masalah
sehingga terjadi keselarasan hidup guna mencapai kebahagiaan bersama. Oleh
sebab itu, keharmonisan sangat penting di dalam menjalin hubungan kakak dan
adik, teman, keluarga dan masyarakat.
Maka dari itu, sangatlah heran jika senioritas
masih menjadi tradisi di sekolah dan berkembang di indonesia.Seorang kakak
senior ternyata sudah disalahartikan sebagai senior yang image-nya
galak, suka bully bahkan menindas para junior atau adik kelas. Hal
semacam ini seharusnya diubah agar senior
bisa dihormati, bukan ditakuti oleh juniornya. Disamping
itu, sikap junior yang ingin dimanja, diperhatikan,
dan dihormati oleh para senior akhirnya
menjadi perdebatan, saling berselisih, bermusuhan, bertengkar hingga menjadi
incaran kakak kelas.
Hubungan yang seharusnya kompak, saling kerjasama,
dan menciptakan rasa kenyamanan antara senior dan junior menjadi
retak karena sikap junioritas dan sikap
senioritas yang hanya ingin di hargai populeritasnya di sekolah. Sifat yang
mementingkan ego masing-masing serta mengedepankan prinsip yang belum tentu
benar ia lakukan.
Pada dasarnya senior adalah
panutan bagi junior untuk memberi
contoh yang baik. Sebaliknya junior
juga harus mau di beri contoh yang baik bukan menentang apalagi menghiraukan seniornya.
Pada prinsipnya kita harus bisa menciptakan hubungan yang selaras,. Hubungan
yang baik antara junior dan senior
bisa dilakukan dengan beberapa Tips berikut ini :
1) Saling
Menghargai dan Menghormati
Sikap
saling menghargai satu sama lain sangat dibutuhkan agar dapat menjalin
pertemanan dan menjalin keakraban lebih mudah. Ita (nama samaran) kelas (XII…) berpendapat “bukan karena kami sebagai kakak kelas lalu kami sebagai bos dan meminta
adik kelas untuk melayani, menghormati, memerintah hingga sikap kami yang serba
mengatur adik kelas. Tetapi kami menginginkan adik kelas yang tidak berbuat
seenaknya saja dan menganggap kami sebagai teman"
Tak jarang para junior
megatakan bahwa “jika kita menghormati kakak kelas tetapi dia sendiri tak bisa
untuk di hormati kenapa kita harus hormat kepada kakak kelas?. Perlakuan
seperti inilah yang membuat tidak adanya rasa hormat sehingga memicu
pertengkaran.Pada hakikatnya kita semua terjebak oleh satu hal yaitu
kesalahfahaman yang mengakibatkan runtuhnya solidaritas, serta adu domba, dari
pihak satu mengalir ke pihak yang lain.
2) Saling Menyapa dan Berbicara Dengan Sopan
Mulai sekarang cobalah bertegur sapa dengan bahasa yang
sopan. Dimulai dari hal sederhana yaitu dimana bahasa kita adalah bahasa indonesia
dan kita berpijak di tanah jawa berbahasa jawa dengan cara memanggil meggunakan
: Mbak, Mas, Adik, samean “kamu”, enggeh “Iya”, Mboten “tidak” dsb. Dan jangan sampai
kita segan untuk mengajak ngobrol ketika bertemu atau kumpul bersama.
Praktekan sekarang juga, lidah kalian pasti kelu dan belum
terbiasa, tetapi lama-kelamaan kalian akan mengerti
manfaat yang luar biasa dengan berkata berbicara yang sopan perkataan yang
halus hingga tidak menyakiti hati orang lain.
Bagi yang belum bisa mempraktekan tenang saja, semua butuh proses belajar dan pembiasaan diri. Tidak perlu malu dan takut unuk berkata sopan karena tidak ada pasal/sanksi yang dikenakan kepada orang yang berkata sopan kepada kakak kelas, adikkelas, orangtua, guru maupun masyarakat umum.
Bagi yang belum bisa mempraktekan tenang saja, semua butuh proses belajar dan pembiasaan diri. Tidak perlu malu dan takut unuk berkata sopan karena tidak ada pasal/sanksi yang dikenakan kepada orang yang berkata sopan kepada kakak kelas, adikkelas, orangtua, guru maupun masyarakat umum.
3) Tersenyum
Ramah dan Saling Membantu
Cobalah dengan
ekspresi wajah yang awalnya selalu tegang di depan junior/senior sekarang dengan senyuman manis, karena sebuah
senyuman bisa membuat kita lebih dekat dengan orang lain. Selain itu senyum
termasuk dalam ibadah. (HR. At-Tirmidzi no. 1956, sishahihkan Asy-Syaikh Albani
t dalam Shahih Sunan At-Tharmidzi dan Ash-Shahihah no 572) bahwa : “ Senyuman
di wajah saudaramu (seagama) adalah sedekah”.
Disamping itu,
sikap saling membantu juga memperkuat persaudaraan antara junior dan senior.
Jangan sampai kita ragu menawarkan bantuan disaat salah satu junior/senior dalam
kesulitan. Misalnya, ketika mereka keberatan membawa buku ke perpustakaan, kita
bisa menawarkan diri untuk membawakannya, atau ketika kesulitan mengerjakan
tugas kalian bisa memberikan saran/ bantuan.
4) Hadapi
Permasalahan dengan Tenang
Jika
terjadi perselihan antarajunior dan senior,
dapat
dihadapi dan diselesaikan
dengan sikap
tenang dan membicarakannya baik-baik. Bukan
dengan emosi kekerasan,
perkelahaian, jambak-jambakan, cubit-cubitan, saling menampar, atau bahkan
yang sering dijumpai yaitu saling melabrak ke kelas yang bersangkutan dengan
melontarkan kata yang belum sopan dengan ditemani gengnya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan
siswa-siswi MAN 02 MALANG, ada beberapa tipe senior dan
junior yang disukaidantidakdisukai:
Tipe kakak kelas yang disukai adik
kelas
|
Tipe kakak kelas yang tidak disukai adik kelas
|
1.Akrab
|
1.Cemberut
|
2.Langsung menasehati adik kelas
jika salah
|
2.Suka meremehkan adik kelas
|
3. Suka diajak sharing
|
3. Cuek
|
4. Tampan dan Cantik
|
4. Slalu pasang wajah tanpa
ekspresi
|
5.Pintar dan Kreatif
|
5. Suka bully adik kelas
|
6.Murah senyum
|
6.Suka menyindir adik kelas
|
7.saling tolong-menolong
|
7.Suka PHP in adik kelas
|
8.Bisa menghargai adik kelas
|
8.Suka modusin adik kelas
|
Tipe adik kelas
yang disukai kakak kelas
|
Tipe adik kelas
yang tidak disukai kakak kelas
|
1.Ramah
|
1.Sombong
|
2.Asyik di ajak
ngobrol
|
2.Kurang sopan
santun
|
3.Lucu
|
3.Egois
|
4.Tidk sombong
|
4.Suka senyum gak
jelas
|
5.Suka
berpendapat
|
5.Sok tau
|
6.Suka mentraktir
kakak kelas
|
6.Sok ngatur
|
7.Suka
berpendapat
|
7.Cerewet
|
Penulis :
Aprilia Nur Azizah
Kelas : XI MIPA
02 (MAN 2 Malang)
Email : aprilianurazizah476@gmail.com
Blog : antibaperan.blogspot.com
Facebook : Aprilia Nur Azizah
IG : aprilia_nuza
Facebook : Aprilia Nur Azizah
IG : aprilia_nuza

Komentar
Posting Komentar